Mengajak manusia untuk kenal, cinta dan takut dengan Tuhan

Kumpulan Kisah Berjumpa Rasulullah

Kisah berjumpa Nabi dari buku "Jumpai Aku Ya Rasul"

  1. Kisah Ke-1: Aku Melihat Diriku di Surga
  2. Kisah Ke-2: Aku Melihat Diriku Berthawaf di Ka'bah
  3. Kisah Ke-3: Rasulullah Mencegah Khalid Masuk Neraka (versi lain 

Nabi Musa Bertemu 4 Orang Sombong

Nabi Musa as. termasuk nabi yang banyak diceritakan kisahnya dalam Al Quran. Dalam hidupnya beliau bertemu empat jenis manusia dengan kesombongannya masing-masing. Keempatnya adalah:

Agama itu ialah rasa

Agama itu ialah rasa. Apa yang anda rasa lalu mendorong untuk beramal, itulah agama. Ia berawal dari iman. Iman itu rasa. Iman itu di hati. Yang ada di hati ini disebut rasa dan perasaan. Iman itu yakin. Yakin itu ialah perasaan percaya yang sangat mendalam pada sesuatu.

Yakin dan percaya kepada Allah lalu beramal. Itulah dia agama. Percaya akan hari pembalasan, lalu berbuat sesuai dengan kepercayaan, itulah agama. Kalau dibuat hanya karena ikut-ikutan, itu bukan agama namanya.

Perbedaan Antara Mengetahui Dan Memahami Urusan Agama

Yang tahu tentang ilmu agama ini banyak, Cuma yang PAHAM agama sedikit, bahkan hampir tidak ada. Padahal kata Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan padanya, Allah akan Memberikan kepahaman di hatinya terhadap agama”.

Man yuridillahu bihi khairan yufaqqihu fiddiin“.

Faham akan agama,  (yufaqqihu fiddiin)… bukan alim tentang agama (yuallimu fiddin).. Bukan alim tapi paham..

Pihak-pihak yang berdosa dalam bisnis arak

“Daripada Anas Bin Malik, dia berkata : Rasulullah s.a.w telah melaknat yang berkaitan dengan arak 10 golongan : iaitu yang memerahnya , yang meminta diperahkan, yang meminumnya, yang membawanya, yang minta dibawakan arak kepadanya, yang menuangkannya, yang menjualnya, yang makan harganya, yang membelinya dan yang minta dibelikannya” (HR. at-Tirmidzi)

Read more: http://ustazlove.com/blog/2011/05/soal-jawab-hukum-menjual-arak/#ixzz2kX...

Mengukir Takdir Bagian 2

Akal itu mekanisme kerja dan kemampuannya sama saja. Dia hanya alat.
Sifatnya netral, baik buruk hasil kerjanya bergantung tuannya. Hati kah
yang menjadi tuannya ataukah nafsunya. Hati cenderung menghamba pada
Tuhannya, nafsu cenderung membangkang pada Tuhannya. Nafsu yang sudah
digebukin (sudah melalui proses mujahadah) bisa tunduk pada hati dan
bekerja untuk hati (memberi rasa semangat dan rasa bergairah dalam
bekerja).

Cuma ada akal yang beriman, ada akal yang belum beriman.
Akal yang beriman sudah efektif berada di atas jalan menuju Tuhannya.

Mengukir Takdir

Para filsuf adalah orang-2 yang mencari Tuhan dengan menggunakan akalnya.
Ada yang tidak menemukan Tuhan dan mereka bilang Tuhan tidak ada.
Ada yang putus asa dalam pencariannya hingga bunuh diri.
Ada yang menemukan Tuhan dan mengimaninya.
Mencari Tuhan via olah akal adalah cara yang teramat sulit dan riskan, bisa
jatuh pada kemungkinan-2 diatas.
Dan pada akhirnya mungkin dia akan berkata, "kalau saya nggak terlalu
andaikan akal saya dalam mencari Tuhan, mungkin saya udah mendapatkan-Nya
20 tahun lebih awal". ;-)

Akal kita, gunakanlah untuk mengejar ciri-2 orang baik-2. Misalnya

Imam Mahdi Manusia Atau Bukan ?

Tesis bahwa Imam Mahdi bukan manusia tertolak dengan sendirinya berdasarkan hadits-hadits yang shahih bahwa Rasulullah SAW mengatakan "Al Mahdi" adalah dari keturunanku", "namanya seperti namaku", nama bapaknya seperti nama bapakku", "Al Mahdi adalah khalifahku", dlsb.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer