Bab 2.08 Kewajiban Suami Terhadap Istri
Submitted by admin on Sat, 2007-10-20 12:39 208 Kewajiban Suami Terhadap Istri
Nas-nas Al Quran dan hadis:
- Allah Taala berfirman, yang bermaksud:
"Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dengan cara sebaik-baiknya." (An Nisa 19)
- Dan Allah berfirman lagi:
'Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban menurut cara yang baik akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan atas isterinya." (Al Baqarah : 228)
- Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda pada waktu haji widak (perpisahan)
setelah baginda memuji Allah dan menyanjung-Nya serta menasehati para hadirin
yang maksudnya:
'Ingatlah (hai kaumku), terimalah pesanku untuk berbuat baik kepada para isteri, isteri-isteri itu hanyalah dapat diumpamakan tawanan yang berada di sampingmu, kamu tidak dapat memiliki apa-apa dari mereka selain berbuat baik, kecuali kalau isteri-isteri itu melakukan perbuatan yang keji yang jelas (membangkang atau tidak taat) maka tinggalkanlah mereka sendirian di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Kalau isteri-isteri itu taat kepadamu maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyusahkan mereka.
Ingatlah! Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isterimu dan sesungguhnya isteri-isterimu itu mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap dirimu. Kemudian kewajiban isteri-isteri terhadap dirimu ialah mereka tidak boleh mengijinkan masuk ke rumahmu orang yang kamu benci. Ingatlah! Kewajiban terhadap mereka ialah bahwa kamu melayani mereka dengan baik dalam soal pakaian dan makanan mereka.
(Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)
- Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
"Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian dan tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh memperolokkan dia dan juga tidak boleh meninggalkannya kecuali dalam tempat tidur (ketika isteri membangkang)." (Riwayat Abu Daud)
- Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
"Siapa saja seorang laki-laki yang menikahi perempuan dengan mas kawin sedikit atau banyak sedangkan dalam hatinya ia berniat untuk tidak memberikan hak perempuan tersebut (mas kawinnya) kepadanya. maka ia telah menipunya, kemudian jika ia meninggal dunia, sedang ia belum memberi hak perempuan tadi kepadanya maka ia akan menjumpai Allah pada hari Kiamat nanti dalam keadaan berzina."
- Nabi SAW bersabda yang bermaksud
"Sesungguhnya yang termasuk golongan mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang baik budi pekertinya dan mereka yang lebih halus dalam mempergauli keluarganya (isteri anak-anak dan kaum kerabatnya). "
- Nabi SAW bersabda yang bermaksud :
"Orang-orang yang terbaik dari kamu sekalian ialah mereka yang lebih baik dari kamu dalam mempergauli keluarganya dan saya adalah orang yang terbaik dari kamu sekalian dalam mempergauli keluargaku." (Riwayat lbnu Asakir)
- Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda yang bermaksud:
"Barang siapa yang sabar atas budi pekerti isterinya yang buruk, maka Allah memberinya pahala sama dengan pahala yang diberikan kepada Nabi Ayub a.s karena sabar atas cobaan-Nya." ( Cobaan ke atas Nabi Ayub ada empat hal: Habis harta bendanya., Meninggal dunia semua anaknya., Hancur badannya., Dijauhi oleh manusia kecuali isterinya benama Rahmah )
" Dan seorang isteri yang sabar atas budi pekerti suaminya yang buruk akan diberi oleh Allah pahala sama dengan pahala Asiah isteri Firaun".
- Al Habib Abdullah Al Haddad berkata:
"seorang laki-laki yang sempurna adalah dia yang mempermudah dalam kewajiban-kewajiban kepadanya dan tidak mempermudah dalam kewajiban-kewajibannya kepada Allah. Dan seorang laki-laki yang kurang ialah dia yang bersifat sebaliknya."
Maksud dan penjelasan ini ialah seorang suami yang bersikap sudi memaafkan jika isterinya tidak menghias dirinya dan tidak melayaninya dengan sempurna dan lain-lain tetapi ia bersikap tegas jika isterinya tidak melakukan sholat atau puasa dan lain-lain, itulah suami yang sempurna. Dan seorang suami yang bersikap keras jika isterinya tidak menghias dirinya atau tidak melayaninya dengan sempurna dan lain-lain tetapi bersikap acuh tak acuh (dingin) jika isteri meninggalkan kewajiban-kewajiban kepada Allah seperti sholat, puasa dan lain-lain, dia seorang suami yang kurang.
- Dianjurkan bagi seorang suami memperhatikan isterinya (dan mengingatkannya
dengan nada yang lembut/halus) dan menafkahinya sesuai kemampuannya dan berlaku
tabah (jika disakiti oleh isterinya) dan bersikap halus kepadanya dan mengarahkannya
ke jalan yang baik dan mengajamya hukum-hukum agama yang perlu diketahui olehnya
seperti bersuci, haid dan ibadah-ibadah yang wajib atau yang sunat.
- Allah Taala berfirman yang bermaksud:
'Hai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan ahli keluargamu dari api Neraka." (At Tahrim : 6)
Ibnu Abbas berkata:
"Berilah pengetahuan agama kepada mereka dan berilah pelajaran budi pekerti yang bagus kepada mereka."
Dan Ibnu Umar dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda: 'Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam yang memimpin manusia adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab at,is rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam mengurusi ahli keluarganya. Ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan bertanggung jawab alas keluarganya. Seorang hamba adalah pemimpin dalam mengurus harta tuannya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Seorang laki-laki itu adalah pemimpin dalam mengurusi harta ayahnya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Jadi setiap kamu sekalian adalah pemimpin dan setiap kamu harus bertanggung jawab alas yang dipimpinnya." (Muttafaq 'alai )
- Nabi SAW bersabda yang bermaksud: "Takutlah kepada Allah dalam memimpin
isteri-istrimu , karena sesungguhnya mereka adalah amanah yang berada disampingmu,
barangsiapa tidak memerintahkan sholat kepada isterinya dan tidak mengajarkan
agama kepadanya, maka ia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya."
- Allah Taala berfirman yang bermaksud:
"Perintahkanlah keluargamu agar melakukan sholat." (Thaha:132)
- Diceritakan dan Nabi SAW bahwa baginda bersabda yang bermaksud: "Tidak ada seseorang yang menjumpai Allah swt dengan membawa dosa yang lebih besar daripada seorang suami yang tidak sanggup mendidik keluarganya."
KESIMPULAN TANGGUNG JAWAB SUAMI
- Menjadi pemimpin anak isteri di dalam rumah tangga.
- Mengajarkan ilmu fardhu 'ain (wajib) kepada anak isteri yaitu ilmu tauhid,
fiqih dan tasawuf.
Ilmu tauhiddiajarkan supaya aqidahnya sesuai dengan aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah.
Ilmu fiqih diajarkan supaya segala ibadahnya sesuai dengan kehendak agama.
Ilmu tasawuf diajarkan supaya mereka ikhlas dalam beramal dan dapat menjaga segala amalannya daripada dirusakkan oleh rasa riya' (pamer), bangga, menunjuk-nunjuk orang lain dan lain-lain.
- Memberi makan, minum, pakaian dan tempat tinggal dari uang dan usaha yang
halal.
Ada ulama berkata:
'Sekali memberi pakaian anak isteri yang menyukakan hati mereka dan halal maka suami mendapat pahala selama 70 tahun."
Tidak menzalimi anak isteri yaitu dengan: - Memberikan pendidikan agama yang sempurna.
- Memberikan nafkah lahir dan batin
secukupnya.
- Memberi nasihat serta menegur dan memberi panduan/ petunjuk jika melakukan
maksiat atau kesalahan.
- Apabila memukul jangan sampai melukakan (melampaui batas).
- Memberi nasihat jika isteri gemar bergunjing/bergosip, mengomel serta melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perintah agama.
- Melayani isteri dengan sebaik-baik pergaulan.
- Berbicara dengan isteri dengan lemah-lembut.
- Memaafkan keterlanjurannya tetapi sangat memperhatikan kesesuaian tingkah lakunya dengan syariat.
- Kurangkan perdebatan.
- Memelihara harga diri / kehormatan mereka.
Artikel ini adalah bagian dari buku Panduan Wanita Solehah yang berisi panduan-panduan untuk wanita soleh dari Abuya Syeikh Ashaari bin Muhammad At Tamimi |
- 183014 reads
Assalamualaikum...dulu saya
Assalamualaikum...dulu saya pernah mendengar seorang teman yang mengemukakan bahwa ia tidak bercita2 muluk menjadi wanita karier yang hebat,ia hanya ingin jadi ibu rumah tangga sejati.betul2 ibu rumah tangga yang hanya melayani suaminya dalam hubungan suami istri menjaga dan mendidik anak2nya dan menjaga harta suaminya.selanjutnya kewajiban suaminya hanyalah mencarikannya nafkah dan seorang pembantu yg mengurus semua keperluan rumah tangga.jadi dia tidak berkewajiban utk masak,menggosok,ngepel,mencuci dan semua pekerjaan rumah tangga itu suaminya yang atur lewat pembantu rumah tangga..pada saat itu sy tertawa dan bilang dia sudah gila dan kemasukan ajaran sesat.saya pikkir itu hanya hayalan dia yg setinggi langit. (siapa yang ga mau kalau spt itu?) namun akhir2 ini saya mendengar dari seorang teman lainnya hal yg serupa.katanya sebenarnya dalm islam ada hadits yg mengemukakan bahwa seorang istri tdk berkewajiban dalam hal pekerjaan rumah tangga.makan saja katanya suami yg harus menyiapkannya utk isri.kalaupun istri mau melakukan hal2 tersebut itu adalah pahala yang besar buat istri dengan pertimbangan membantu suami karena suami sudah lelah mencari nafkah diluar.kalau memang seperti itu kenapa selama ini persepsi yg berkembang seoalh2 dalam islam wanita hanya sebagai pembantu rumah tangga saja yang berkewajiban mengurus semua urusan rumah tangganya.saya tidak pernah mendengar sedikitpun ceramah dr ulama yg menyatakan seperti yg 2 teman saya katakan ini.bahwa sebenarnya perempuan itu seperti batu permata,betul2 dijaga keindahannya,dipakai dan dinikmati keindahannya...saya jadi bingung dan takut terbawa pemikiran itu kalau memang hal tersebut adalah hal yg sesat.mohon pencerahannya mengenai hal tersebut..wassalam..
Kewajiban suami istri
Wa alaikum salam
Kewajiban istri terhadap suaminya terdapat di dalam beberapa ayat Al Quran dan dalam hadis, seperti diuraikan di artikel "Kewajiban Istri Terhadap Suami". Tidak ada hadis yang secara eksplisit menyebutkan bahwa "seorang istri tdk berkewajiban dalam hal pekerjaan rumah tangga". Dalam hadis di artikel "Kewajiban Istri Terhadap Suami" disebutkan pentingnya ketaatan pada suami, bahkan disebutkan bahwa jika istri taat pada suami ini menjadi satu syarat seorang istri dapat masuk surga dari pintu mana saja.
Disebutkan juga bahwa laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita. Jadi apa saja yang diwajibkan suami kepada istrinya akan menjadi kewajiban bagi sang istri tersebut.
Suami kikir dan melarang berhubungan dengan keluarga istri
Assalamualaikum,
Saya sudah menikah hampir 5 th dan dikaruniai 1 org anak laki2 berumur 3th. Sejak menikah,suami saya sangat membenci keluarga saya, sehingga saya dilarang untuk menemui mereka bahkan ibu saya sekalipun. Dulu sebelum punya anak saya sudah sempat ingin bercerai karena suami bersikap kasar, menendang,tidak menafkahi, bahkan mengusir saya dari rumah, dan ini seringkali terjadi. Tapi jika saya terusir dan kembali ke keluarga saya, dia tambah marah besar sehingga akhirnya saat itu timbul keinginan untuk bercerai karena sya tidak memahami sikap suami. Namun dengan bantuan tante saya yang mendamaikan, akhirnya rencana itu batal dan suami berjanji akan memperlakukan saya dengan baik dengan syarat sy hrs menjauhi keluarga saya, sampai dia benar2 bisa memaafkan keluarga saya. Ternyata sampai saya punya anak pun dia belum benar-benar berubah. Padahal saya sudah berusaha menjadi istri yang patuh, bersedia keluar dari pekerjaan yang lama dan kerja di perusahaan suami. Perlu diketahui,suami sangat kikir terhadap hartanya. Dia beli tanah pun saat sudah menikah, di atasnamakan ibunya. Dan sekarang, di saat hartanya sudah berlimpah, saat saya minta uang belanja sehari2pun masih dipersulit, yang ada tabungan saya sering dipakai untuk usaha dia padahal sebenarnya dia masih punya harta yang banyak untuk membiayai usahanya. sementara membeli pakaian buat saya pun enggan, malah lebih rela membelikan pakaian buat keponakan, kakaknya maupun ibunya. Kalau dia sedang marah dia sering mengata2i saya turunan iblis, ini yang membuat saya sakit hati sekali. Bagaimana nanti kalau anak saya dengar? Mohon sarannya, apa sebaiknya yang saya lakukan.
Hukum suami pinjam tabungan haji istri buat modal usaha
Assalaamu 'alaikum wr wb
Selamat pagi, semoga ustad, ustadzah pengasuh rubrik ini selalu dilimpahkan kesehatan dan kebahagiaan lahir batin, amiiin
Perkenalkan, Saya adalah seorang istri yang menikah 13th dikaruniai 2 putri solehah Insya Alloh. Sejak gadis saya sudah bekerja dan selalu menyisihkan gaji buat tabungan haji. Alhamdulillah tabungan haji sudah terkumpul dan saya menyampaikan berita bahagia itu kepada suami saya. Karena saya berniat untuk mendaftar haji bersama suami.
Kemaren suami saya datang dan mengajak bicara. Dia meminta ijin saya buat memberikan tabungan haji tersebut buat modal usaha. Karena suami saya memerlukan tambahan modal usaha. Suami saya bilang bahwa melalui guru agamanya dulu pernah dia ketahui bahwa bila istri ridho tabungan haji dipakai buat modal usaha suami, maka pahalanya seperti naik haji.
Jujur saya galau dan bingung tidak tau mesti menjawab apa atas permintaan suami. Saya mohon penjelasan yang benar bagaimana dalil dan hukumnya bagi suami yang memakai juga bagi istri yang meminjamkannya.
Terimakasih atas perhatiannya dan saya berharap penjelasannya segera.
Wassalam
-Dias-
khidmat dengan suami
Rasulullah saw beristrikan janda kuuaya raya (saking kaya-nya :D). Disebutkan dalam sirah, kekayaan Siti Khadijah aset barang dagangannya separo dari seluruh aset orang Qurays Makah.
Tapi coba lihat yg beliau contohkan, hartanya habis dikorbankan untuk perjuangan suami-nya.
Jadi bu, kalau suami mau pinjam, elok dipinjami. Niatkan khidmat kepada suami. Dan berdialoglah dengan Allah: "Ya Rabbi, bukankah berhaji ke Kabah itu panggilan darimu? Namun, bukankah Engkau pula yang suruh aku taat dengan suamiku? Kini, suamiku hendak meminjam tabungan untuk memenuhi panggilanmu. Aku pinjamkan wahai Tuhan, dengan pengharapan bahwa Engkau Maha Kaya. Aku harap Engkau balas khidmatku kepada suamiku ini (dengan aku beri pinjaman), Engkau segera panggil aku dan suamiku ke Baitullah dengan rezki dari arah yg tidak disangka".
Jadi bu, tagihlah pinjaman itu kepada Allah. Mintalah kepada Allah untuk ganti pinjaman itu.
Apalah artinya berangkat haji, tetapi suami tidak redho. Yakinlah bu, Allah Maha Kaya.
- makhfudsaptadi@gmail.com -
orang tua (bapak saya) yg meninggalkan istri (ibu saya)
Asalammualaikum...
Mhon nasehat..bagaimana saya harus menjelaskan kepada bapak saya yg meninggalkan ibu saya di medan sedangkn bapak saya pergi ke luarkota dengan alasan klo tinggal dimedan bisa membuat stress pikiran sementara ibu saya pernah terkena stroke sehingga memerlukan perhatian khusus apakah berdosa juga org tua saya yg meninggalkan istrinya yakni ibu sayatinggal sendirian sem entara saya bekerja dan saya sudah bekerja dan punya istri sementara adik2 saya berada diluarkota mohon penjelasannya
doakan
Rasanya bukan penjelasan yang diperlukan oleh bapak Saudara. Doa dari anak yang sholeh itu jauh lebih tajam dibandingkan mulut yang menjelaskan. Salah menjelaskan malah bisa berabe.
Kalau ibu saudara tinggal sendirian, elok anak-anak (termasuk Saudara) mengambil tanggungjawab untuk mengurus ibu.
- makhfudsaptadi@gmail.com -
Assalammu'alaikum.. sy sdh
Assalammu'alaikum.. sy sdh punya suami. berdosakah apabila sy membela suami krn suami sy di jelek2an oleh kaka kandung sendiri hanya krn suami sy bukan orang kaya.. sampai sy adu mulut dg kakak kandung sy, Berdosakah sy melawan kaka kandung krn membela suami...???
Membela suami
Adu mulut bukan akhlak yang mulia.
Kalau hendak membela suami, jadilah istri yang taat kepada suami. Itulah pembelaan kepada suami. Walaupun suami dijelek-jelekkan tapi ketaatan dan pelayanan kepada suami tidak berkurang, itu baru namanya pembelaan.
Kalau sekedar beradu mulut, itu namanya bukan pembelaan. Itu nafsu amarah yang perlu dibuang jauh-jauh.
- makhfudsaptadi@gmail.com -
Curhat
Assalamulaikum....
Saya mau bertanya,
Sebelumnya sudah banyak di jelaskan kalau istri yang meninggalkan rumah tanpa izin suami itu adalah dosa besar tapi bagaimana dengan sebaliknya ?
Saya sudah menikah hampir 2 tahun dan alhamdulillah sudah mempunyai 1 anak laki-laki, saya masih tinggal 1 rumah bersama ayah dan ibu saya, yang ingin saya tanyakan, setiap kita lagi ada masalah (saya dan suami) suami terlalu sering menghindar dan tidak pulang, suami menginap di rumah orang tuanya yg kebetulan sama2 tinggal di 1 daerah (lumayan berdekatan), dan sepertinya ibu suami saya (mertua saya) selalu menahan suami saya di rumah orang tuanya, setau saya orang tua yg baik menyuruh anaknya pulang dimana anak istrinya tinggal walaupun ketika ada masalah sekalipun, kalau sebaliknya saya sebagai istri pasti dosa ketika istri meninggalkan suami tanpa izin dr suami dan dosa ketika ada masalah lari ke rumah orang tua, saya pernah dengar ceramah di tv, sebaik-baiknya orang tua ketika anaknya sedang mengalami masalah dalam rumah tangga dan pergi ke rumah orang tuanya untuk menghindari masalah itu sama saja membawa dosa ke rumah orang tuanya, nah kalau suami yang seperti bagaimana hukumnya ?? Dan saya harus bersikap seperti apa kepada ibu mertua saya agar anaknya (suami) bisa jadi laki-laki yang tidak selalu menghindari masalah ?
Terima Kasih
Assalamualaikum....
suami itu pemimpin
Pertanyaan ibu seperti orang yg bertanya begini:
"Seorang anak kalau mau pergi2 harus minta izin kepada orangtuanya. Bagaimana kalau sebaliknya? Apakah orangtua harus minta izin kepada anaknya kalau mau kemana-mana?" :)
Ibu perlu paham posisi dan kedudukan suami dan istri. Suami itu pemimpin dan istri itu pengikut. Pengikut itu wajib taat kepada pemimpinnya, termasuk kalau mau kemana-mana perlu keizinan pemimpin (dalam hal ini suami).
Suami lain lagi tanggungjawabnya. Sedikit banyak sudah dijelaskan dalam artikel di atas. Berat kan? :) Tanggungjawab itu akan Allah tanya di akhirat. Makanya, doakanlah suami agar mampu melaksanakan tanggungjawab kepemimpinannya. Tugas ibu, taatlah pada suami :)
- makhfudsaptadi@gmail.com -
assalaamualaikum wr wb sy
assalaamualaikum wr wb
sy seorang istri dg 1 anak laki2 usia 4,5 thn. sy sdh menikah selama 5,5 thn dan selama it jg tinggal terpisah. suami saya di kota kecil bersama orang tuanya dan sy di jkt bersama anak saya dan seorang yg mengasuh anak saya. sy bekerja sebagai PNS, suami sy sbg karyawan swasta sjak 2 thn yll. sblmnya dy mngandalkan penghasilan dr pkerjaan sampingan org tuanya. awal mnikah smpai bbrp thn tdk sll mengirim uang bahkan serimg tabungan sy dipakai utk modal usaha ttpi hbs2 aja. stlh pkerjaan sampingan org tuany tidak ada lg br mulai mncari kerja dan kmd qt berhutang untk mmbuat rumah. dan gjiny ckp bt byar cicilan dan pegangannya, utk hidup dsini dh pnghasilan sy bahkan pulsa dan pakaianny jg sy yg beliin mklum lah standar gji di daerah kan beda sm di jkt. sblmny memang kita sepakat sy yg pindah akan tetapi pngajuan dr 2010 smp skrg blm bs juga, krn terlalu byk birokrasi pindah ke pemda sehingga trlanjur kedaluarsa srt yg dl pernah sy dpt dan di sana tdk mau memperpanjang dg alasan sdh pernah di beri kesempatan. akhir thn kmrn suami mncoba mngajukan ke daerah lain yg dkt jg dg rumah dan mulai dr awal lg! kbtln ada yg mnwarkan suami utk kerja dsini ttp suami tdk mau dg alsn tujuan hdup ny di daerahny! sy cm ingin segera berkumpul dg keluarga krn kasihan dgn anak dan sy mrsa berat mmbiayai semua sndr aplg anak sy sdh sekolah! sy bingung bhkan smpat terpikir utk brpisah krn pd dasarny sy memang hidup sndr tp sy tdk tega sma anak saya! sy merasa suami sy tdk mempedulikan sya krna pernah sy tidak ada bt byar kontrakan ttpi suami biasa aj smp sy yg berhutang dan sy yg byar! suami pernah brjnji kl desember thn kmrn tidak bs pindah dy yg mau mncari kerja dsini trnyta cm biar sy diam! sy capek bertengkar terus sdh stengah thunan ini kami sering sekali bertengkar komunikasi jg sdh tdk seintens dl krn yg ada kita ribut! mohon saran apa yg harus sy lakukan sy pngen pny kelg yg utuh bs ktmu tiap hr ada yg melindungi bs mncari solusi bersama kl ada masalah! waas, terimakasih sblmny!
Waalaikumsalam
Maha Hebat Allah...
Maha Penyayang Allah...
Bila Allah sayang dengan seseorang, didatangkanlah ujian kepada hambaNya itu. Supaya hamba Allah itu datang mengadu kepada Allah dan kembali kepada Allah.
amma ba'du...
Kalau ibu ada waktu, sempatkan datang ke Sekretariat Klub Taat Suami di Sentul City Bogor.
Rasanya lebih enak jika ibu bisa ngobrol-ngobrol dengan ibu-ibu dari Klub Taat Suami. Banyak yang bisa sharing pengalaman.
Selain itu dengan bersilaturahmi moga Ibu bisa melihat masalah dari prespektif lain. Sehingga solusi bisa didapatkan :)
Ditunggu bu silaturahmi-nya.
wassalamualaikum.
- makhfudsaptadi@gmail.com -
hukum ucapan suami
assalamualailum wr wb
ustad saya ingin bertanya. saya sudah menikah sekitar 8bulan dan masih tinggal si rumah mertua (ibu suami). dimana disana juga tinggal seorang ipar (adik suami, laki2 , single dan usia hanya beda dua tahun dr saya)
selama ini antara sy dan suami jarang ada masalah kecuali satu ustad. sy merasa apa yang suami sy ucapkan sering sekali tidak dapat sy pegang.
seperti contoh
1. sebelum menikah kita sudah matang untuk nNtinya tinggal terpisah dr orgtua ntah org tua saya ataupun dia.supaya pernikahaan kami sehat
tetapi kenyataan setelah menikah kita tdk ngontrak (numpang dirmh ibu dia yg jls2 ada adiknya.sy merasa risih dan takut zina mata ustad.krn bagaimanapun jg setiap hr tanpa sadar sy melihat dia)
ktika sy mengutarakan ini kpd suami.seolah2 suami malah menyalahkan sy yg tdk bs menjaga mata.
memang ibunya minta ditemani untuk sementara ustad.namum posisinya disini ad anak laki2 jg selain suami sy yg bs ngejaga.
2. sy org jawa ustad dn skrg tinggal di jakarta (ikut suami)
suami memjanjikan 2minggu sekali jenguk ortu sy di jawa . lagi2 tidak dipenuhi, dikarenakan terbentur dg ekonomi sy tdk terlalu mempermSalahkan ustad.
yg jd masalah adalah ternyata bkn krn alasan ekonomi tp dr ibu dia yg pernah mengatakan "ud nikah itu mau g plg 10 th g masalah"
jujur hati sy sakit.jelas2 sy msh punya orgtua ustad dn sy anak tertua.
3. suami menjanjikan kpd sy ketika nanti pernikahan sudah berumur 1 th dia akan blg ke ibunya ttg rencana akan mengontrak
tp seminggu kemudian ketika sy tanya.apa yg pernah dia ucapkan berubah ustad.
dg kalimat seolah2 dia keberaan dg niatan mengontrak.
jls2 keinginan sy mengontrak adalah supaya rmh tangga kami sehat, tdk terpengaruh ibunya dan sy dpt menjaga pandangan mata sy dr adik iparnya.
apa yg harus sy lakukan ustad? sy di jakarta tdk punya saudara selain punya suami.tetapi ketika bersama suami hati sy pun tdk bs tenang krn sy tdk dapat memegang ucapan2 suami.
tolong jelaskan kpd sy bagaimana hukum untuk seorang suami yg ucapannya tidk pernah dapat dipegang terutama oleh istrinya.
hati sy lelah dn sakit ustad.misal ada keluarga lain djakarta sy msh bs kuat.tp krn dsini sy sendirian, sy seolah ingin menyerah.
satu lagi ustad.sy pernah mengatakan sy tdk kuat tinggal dirumah tsb, suami malah menyuruh sy tinggal dijawa dn dia ttp dijakarta.
bagaimana hukum suami yg memilih mengorbNkan rmh tangganya drpd melunakkan hatinya sendiri ustad?
Kalau ada kelapangan waktu,
Kalau ada kelapangan waktu, silaturahmi aja bu ke Sentul City. Ibu bisa ngobrol2 dengan ketua Klub Taat Suami, Ibu Iffah ( iffah7@gmail.com ) di sekretariat Klub Taat Suami. Alamat kami: Global Ikhwan, Plaza Niaga 2 Sentul City.
Insya Allah, tiada masalah tanpa solusi. Asal kita mau merujuk, cari ilmu, dan bermujahadah (berjuang melawan nafsu dan setan) untuk mengamalkan ilmu tersebut, dengan izin Allah tentunya :)
Atau ibu bisa bagi alamat rumah ke email saya. Insya Allah, nanti saya aturkan team muslimah silaturahmi.
- makhfudsaptadi@gmail.com -
numpang tanya.
assalamualaikum,saya mau bertanya , saya s'org wanita yg baru menikah selama 2 bulan. Namun akhir2 ini bukan keromantisan dan kasih sayang yg saya rasakan, hanya tekanan batin dari suami saya, dia jarang pulang dngan alasan jarak kerja yg jauh, saya menerima nya, namun jika saya menginginkan dia berada dirumah saya harus memaksa seperti org mengemis, pdahal yg saya mnta pulang itu kan suami saya sndiri, saya bukan tipe wanita yg tak ingin menerima suami nya jika pulang tak membawa uang, saya mencintai dan menyayngi nya spenuh jiwa saya, namun yg saya terima perilaku nya tak menyinggung hati saya, baik perkataan yg kasar, ataupun perilaku nya yg mengacuhkan saya, ingin skali saya meminta cerai karna tak than . Namun saya jg masih sangat mncinta nya. Apa yg harus sya lakukan ustad ?
Setiap kali ada masalah
Setiap kali ada masalah datang pada kita seringkali kita lupa bahwa masalah itu adalah ujian yang sengaja Allah berikan kepada kita untuk menguji iman kita. Jangan pernah kita berfikir masalah itu datang tanpa ijin dari Allah. Allah SWT tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa ada maksud. Sebaiknya kita bertanya "Apakah kira2 maksud Allah susahkan hatiku lewat suamiku, sedangkan tentu Allah Penciptaku itu sangat faham bahwa aku inginkan kebahagiaan". Sedangkan mustahil Allah itu bersifat zalim pada hambaNya, sedangkan Dia Maha Adil, Maha Penyayang, Maha Baik, dll.
Katakan pada diri, "jangan2 aku yang tidak adil pada Allah", jangan-jangan aku selama ini mengecilkan Allah dan lebih membesarkan suamiku. Padahal Allah itu adalah Cinta Agung, sebenar2 Zat yang layak kita cintai dan satu2nya Zat yang berhak kita serahkan hati kita sepenuhnya padaNya. Karena itu Allah ingatkan aku dengan cara "suamiku yang terlalu aku cintai itu" Allah jadikan dia menyakiti hatiku, sehingga aku kembali ingat padaNya. Kembali membesarkan Dia, dan menyerahkan hatiku cintaku padaNya.
Siapakah yg memiliki hati suami? Siapakah yang mengijinkan lidah suami berkata kasar ke kita? Siapakah yang mengijinkan suami kita itu menyakiti hati kita sehingga kecintaan kita itu menjadi sumber kesusahan kita?
Dialah Allah yg mengijinkan semua itu berlaku.
Karena itu kembalilah padaNya, ibu salah kalau mengemis-ngemis pada suami, sebab hati suami bukan milik ibu dan bukan juga miliknya. Mengemislah pada Allah yang memiliki segala2nya termasuk hati suami dan hati ibu sendiri. Ibu ingin bahagia kan? Mintalah pada Allah kebahagiaan itu, jangan mengemis pada suami, sebab suami ibu juga sama lemahnya dengan ibu.
Mulailah mendekat pada Allah, bertaubatlah padaNya karena dosa-dosa kita lalai dariNya.
Mungkin kita akan katakan, saya tidak lalai, saya masih sholat, puasa dll. Tetapi betulkah kita sudah benar-benar menuhankan Dia? Membesarkan Dia? Mengingatinya setiap saat? Sedangkan Allah mau kita mengingati Dia dalam semua keadaan.
Allah Maha Pengampun dan Maha Menerima taubat. Kejarlah CintaNya, karena hanya Dia saja yang mampu menyembuhkan segala luka di hati, dan hanya Dia yang sebenarnya mampu membuat kita merasakan sebenar-benarnya bahagia.
Wallahu'alam
Siti Fauzah
Klub Taat Suami http://klub-taat-suami.com/
keperluan asas
Coba direnungkan pertanyaan ini:
Selama suami pulang, apakah "keperluan asasnya" dilayani dengan sepenuh hati?
Umumnya lelaki, bila "keperluan asasnya" tidak selesai, biasanya akan jadi garang, kasar dan bengis terhadap istrinya. Apalagi, ketika kondisi "keperluan asas" itu tidak selesai, istri menuntut macam-macam.
Dalam hal ini belajarlah dari seorang Sahabat Nabi yang anaknya meninggal dunia sedangkan suaminya sedang pergi musafir. Ketika suami pulang, sahabat Nabi ini tidak langsung bercerita mengenai kematian anaknya. Tetapi, dia layan dulu semua hajat suaminya. Setelah selesai hajat suami, barulah suaminya menanyakan kemana anaknya. Barulah sang istri solehah ini bercerita bahwa anaknya sudah meninggal dunia.
- makhfudsaptadi@gmail.com -
suami lupa waktu
assalamu'alaikum wr wb
sy seorang istri yang menikah hampir 3 tahun
saya dan suami berkenalan dengan taaruf
Hanya dalam waktu perkenalan 5 bulan tanpa pacaran kami menikah
suami sya adlh orang yang menyayangi ibunya
Dia pun menyayangi saya dan keluarga sya
sya pun dinafkahi dgn baik dan diperlakukan jg dengan baik
Yg membuat pertengkaran kami adalah hal2 yg menurut org kecil tp bagi sya prinsip
1.Seperti,,dulu waktu taaruf sya bertanya sama suami apakah dia merokok,,dia menjawab tidak (krn sy tidak suka bau rokok) tapi ternyata suami sya suka merokok dikantornya,,walaupun tdk pernah di depan sya,,tp sya kecewa dia bohong pas taaruf dulu,,bagaimana menyikapinya?
2. Suami sya dulunya suka nongkrong2 dan berkumpul dengan temannya sampai lupa waktu
Setelah menikah, awalnya dia masih begitu tp krn sya jelaskan sya tidak suka,,dia berusaha tdk seperti itu
Tp malam ini, temannya datng ke rumah untuk main,,tp malam sekali sebagai tamu jam 10 malam,,sya mengeloni anak sya yang tidur,,awalnya sya menerima bahkan sya mempersiapkan kedatangan tamu ke rumah yang setahun sekali pun jarang krn memang rumah yg agak terpencil di komplek sehingga berbicara dgn tetanggapun jarang
Yg jdi masalah, suami sya menerima tamu hingga jam 3 pagi,,
Sya sebagai istri merasa sedih, pdhl sya juga butuh suami sya, tp suami sy klo sudah kumpul dgn teman2nya suka lupa waktu,,entah apa yang mereka bicarakan
yang membuat sya sedih sekali, suami jika diingatkan sholat sunah n tahajud selalu 'ngeles' beralasan,,walapun kdg2 mau tp ini untuk ngobrol2 sama temannya hingga lupa waktu
Bagaimana sya menyikapinya? Apakah boleh suami berkumpul dengan temannya hingga malam seperti ini?
3.Sebelum menikah dlm hal agama sya lebih banyak ilmunya dibandingkan suami sya sehingga terkadang sya mengingatkan suami untuk ibadah sunnah.
Tapi krn keseringan diingatkan dan dia sering 'ngeles' akhirnya sya bosan n sya biarkan,,sampai2 sy malah terbawa jd seiring berjalannya waktu n kesibukan sya mengurus rumah sekarang sya jd suka lalai juga dalam ibadah
Sya merasa semua itu krn suami kurang ibadah sunnahnya, jd setiap suami berbicara mengingatkan sya ibdah,,sya tidak mau mendengarkan,,sya tau saya salah tp sya maunya suami sya beribadah sunah dulu dgn baik baru menceraamhi sya,,
Bagaimana sebaiknya?
* Secara hukum fiqih sudah
* Secara hukum fiqih sudah jelas merokok itu makruh, namun untuk dapat berhenti merokok ini bukan perkara ringan.
* Tentang kebiasaan nongkrong-nongkrong, ini juga nampaknya susah karena sudah menjadi kebiasaan.
Kebiasaan suami/istri sebelum menikah biasanya terbawa setelah menikah. Sulit kebiasaan itu dapat berubah hanya karena menikah. Untuk dapat berubah drastis, perlu motivasi yang kuat, yang hanya dapat diperoleh jika seseorang itu memiliki cinta yang kuat pada Allah dan Rasul. Ilmu agama saja tidak cukup, karena kita lihat banyak orang yang ilmu agama tinggi, namun kelakuan juga tidak berubah.
Untuk secara umumnya ibu dapat membaca artikel yang ditulis oleh Wakil Ketua Klub Istri Taat Suami berikut ini: http://kawansejati.org/content/allah-penyelesai-segala-masalah
mohon bantuannya
aslkm. saya sangat tergugah ketika membaca artikel ttg hak dan kewajiban suami istri..saya saat ini sudah bertunangan hampir 5 bulan lamanya..saya dan tunangan saya sudah berpacaran lebih dari 5 tahun..sebelum memutuskan untuk menikah kami sempat bertengkar,,walaupun pada akhirnya bertunangan tetapi hal ini semata-mata dilakukan oleh tunangan saya untuk melepas tanggung jawabnya kepada saya saja..dan saya ikhlas menerima dia..karena saya masih sangat cinta dan tidak ingin kehilangan dia..saya bahkan sudah mengatakan jika kelak ia ingin menikah lagi saya akan mengizinkan..hal ini saya lakukan mengingat saat ini hanya saya yang mencintai dia sedangkan dy sudah terang-terangan mengatakan tidak mencintai saya lagi..pernikahan kami sebentar lagi..dan dy mengatakan bahwa dy tidak akan mejalankan kewajibannya sebagai suami kalaupun kelak kami menikah.. yang ingin saya tanyakan adalah jika kelak saya sudah menjadi istrinya bagaimana cara saya menuntut hak saya sebagai istri kepadanya..apakah seorang istri berhak untuk menuntut suaminya agar mencintainya ataukah saya harus diam saja dan menerima apapun perlakuan suami saya kelak..mohon sarannya terima kasih..
* Dalam agama Islam tidak ada
* Dalam agama Islam tidak ada istilah 'tunangan', sebelum pernikahan hanya ada istilah 'lamaran'. Proses 'tunangan' tidak ada konsekuensi apa pun dari hukum Islam, sedangkan jika ada 'lamaran', maka pihak perempuan tidak boleh dilamar orang lain kecuali jika lamaran itu dibatalkan.
* Kehidupan berkeluarga suami-istri adalah berat dan memerlukan kesungguhan dari kedua pihak (suami & istri). Kesungguhan ini tidak hanya masalah cinta saja, karena motivasi cinta ini sangat mudah termakan waktu. Motivasi yang paling kuat adalah menikah karena Allah, bukan karena fisik, harta ataupun hal-hal duniawi lainnya.
* Kalau dari calon suami sudah menyatakan tidak akan menjalankan kewajibannya, anda perlu pertimbangkan lagi untuk apa anda menikah? Kewajiban paling besar adalah mendidik istri agar menjadi manusia yang baik, kalau ini pun tidak dilakukan, bisa-bisa anda dan suami menjadi semakin jauh dari ajaran agama Islam.
* Jika ibu ingin berkonsultasi lebih lanjut dapat juga berkomunikasi dengan KTS (Klub Istri Taat Suami), dapat dihubungi di http://klub-taat-suami.com/node/19 atau melalui email ke Siti Fauzah
saya mau bertanya ustad
assalamu'alaikum ustad.
saya mau bertanya :
1. bagaimana sikap saya menghadapi suami yang sering pulang malam dan lebih mementingkan teman-temannya dari pada istri dan anaknya meskipun saya sudah berusaha bersikap sabar.
2. apakah saya salah jika saya mencicil rumah tanpa persetujuan suami meskipun rumah itu saya bayar dengan uang gaji saya sendiri.
mohon bantuannya ustad
terima kasih
Suami pulang malam
1. Melihat kesalahan orang lain lebih mudah daripada melihat kesalahan pada diri sendiri. Seringnya jika terjadi suatu masalah, yang dipersalahakn terlebih dulu adalah orang lain daripada diri sendiri.
Dari sisi istri, coba dicek dulu, apakah istri di rumah sudah betul-betul melayani suami dan taat pada suami. Istri ada gaji, artinya istri bekerja. Apakah istri ketika sampai di rumah sudah kelelahan bekerja sehingga suami kurang terlayani? Anak-anak juga apakah terdidik dengan baik sementara istri pergi dari rumah? Bisa jadi suami kurang nyaman kalau anak-anak kurang terurus.
Jadi bisa saja suami kurang betah di rumah karena faktor istri juga.
Perlu dipastikan juga, suami pulang malam itu apakah ada kaitan dengan pekerjaan? Ataukah sekedar mencari hiburan? Kalau pekerjaan, tentunya itu wewenang suami 100%. Kalau mencari hiburan, justru istri perlu introspeksi apakah ada kekurangan pada istri sehingga suami mencari hiburan di luar rumah.
Apapun yang terjadi,sebaiknya ibu dekatkan diri pada Allah, berdoa padaNya, minta Allah selesaikan masalah keluarga ibu. Karena sebenarnya Allah yang mengijinkan masalah itu terjadi dan Allah juga yang akan selesaikan masalah-masalah kita.
2. Gaji / uang istri tidak wajib dipakai untuk keperluan keluarga, jadi ibu boleh saja menggunakannya untuk mencicil rumah. Cuma perlu diingat kalau dipakai untuk keluarga sebaiknya diniatkan dengan ikhlas, dan jangan diungkit-ungkit bahwa ini adalah jasa anda kepada keluarga.
Wallahu'alam
saya mo bertanya
ass,ustad sya mo bertanya,,saya seorang istri yg baru menikah usia pernikahan'a bru 1 bulan stengan,dri awal pernikhan sya sdah tdk mersa bahagia banthin sya tersiksa,suami sya jarang memberikan nafkah kepada sya,sya merasa tdk seperti istri,walaupun sya bekerja bukankah wajib hukum'a s'org suami memberi nafkah baik lahir maupun bahtin pad istri s'kalipun istri tu bekerja,,
suami sya pun kurang memperhatiakan sya dalam segi pa pun,,,berkali mengucapakn kata2 yg menyakiti hati sya,,,
mhon saran'a ust,sya harus bagaimana??? terkadang saya merasa sdh tdk kuat hidup bersama'a??
kbetulan dy s'org duda beranak 1..
Wa alaikum
Wa alaikum salam
Alhamdulillah anda sudah dikaruniai seorang suami. Waktu 1 bulan itu sebenarnya sangatlah singkat untuk dapat saling mengenal. Setiap pernikahan pasti lah ada hal-hal pada pasangan yang baru diketahui setelah menikah, artinya kedua belah pihak mesti belajar menyesuaikan diri kepada pasangannya.
Anda sebutkan tentang kewajiban suami untuk menafkahi lahir maupun batin, nah sebenarnya tanggung jawab suami banyak tidak hanya itu saja, dan demikian juga tanggung jawab istri juga cukup berat pada suaminya.
Cobalah latihan berkomunikasi dengan suami. Suami & istri mesti sama-sama menyadari hak dan kewajiban masing-masing, dan berusaha untuk mendahulukan kewajiban diri dibandingkan meminta haknya dari pasangannya. Coba anda baca juga kewajiban istri terhadap suami di situs ini juga. Jangan-jangan suami juga merasa tersiksa karena dia mengharapkan kewajiban istri.
Wassalam,
Referensi:
* http://kawansejati.org/207-tanggung-jawab-istri-terhadap-suami
* http://kawansejati.org/213-istri-yang-dianggap-durhaka-kepada-suami
berdosakah saya
assalamu'alaikum ustad
saya sudah menikah selama 6 tahun dan dikaruniai 2 anak yang lucu. dulu saya sangat sayang sama suami tetapi karena keadaan ekonomi suami saya yang tidak menentu membuat dia sering marah. saya selain ibu rumah tangga juga seorang pekerja dan kebanyakan ekonomi ditanggung saya sendiri. penghasilan saya lebih besar dari suami sehingga saya merasa semua keperluan keluarga dibebankan ke saya semuanya. apakah salah kalau saya menuntut suami ekonomi suami saya lebih. dan apakah saya berdosa jka saya menolak hubungan suami istri sedangkan saya sudah capek dengan pekerjaan diluar dan di rumah.
mohon pencerahannya.
matur nuhun
Wa alaikum
Wa alaikum salam
Alhamdulillah ibu sudah dikaruniai suami dan sudah pula diberi anak. Moga-moga keluarga ibu dapat diberi kebahagiaan di dunia & akhirat.
Tentang ekonomi, saya berprasangka baik saja bahwa sebenarnya suami ibu sudah bekerja keras semaksimal mungkin, namun memang sekian itulah yang Allah rezekikan kepada suami ibu. Coba ibu membaca-baca kisah Sayidatina Fatimah, suami dari Sayyidina Ali. Sayyidina Ali itu miskin , Sayidatina Fatimah pula sibuk mengurus berbagai keperluan, namun beliau tidak mengeluh kepada suaminya.
Saya rasa pihak suami tentunya menyadari bahwa mestinya dia yang bekerja untuk menanggung segala keperluan keluarga, jadi jika ternyata kurang tentunya dia merasa tertekan dan mudah marah. Jika suami sedang susah seperti ini , istri hendaknya senantiasa menghibur suami dan redho dengan apa yang ada. Insya Allah hal ini akan jadi amal ibadah untuk pihak istri.
Penghasilan istri yang lebih besar dari suami juga dapat memicu ketegangan, terutama bila pihak istri merasa dirinya ada kelebihan dari suami. Hendaknya disadari bahwa istri bekerja itu atas keizinan suami, serta rezeki tersebut muncul berkat adanya keluarga, bukan murni usaha istri. Tetaplah istri memandang suami sebagai pemimpin rumah tangga.
Jika suami mengajak hubungan suami istri, dari sisi hukum Islam haram istri menolaknya, meskipun istri lelah. Dari sisi syariatnya memang sudah begitu. Dalilnya dapat dibaca di artikel http://kawansejati.org/213-istri-yang-dianggap-durhaka-kepada-suami dan http://kawansejati.org/207-tanggung-jawab-istri-terhadap-suami. Istri yang menolak suaminya untuk berhubungan suami istri dapat dikatakan sebagai istri durhaka.
Jika ibu ingin berkonsultasi lebih lanjut dapat juga berkomunikasi dengan KTS (Klub Istri Taat Suami), dapat dihubungi di http://klub-taat-suami.com/node/19 atau melalui email ke Siti Fauzah
benarkah sikap saya
minta nasehatnya...... saya istri dengan 1 orang anak, kami menikah udah 8 tahun tapi 2 tahun terakhir suami lebih sering diluar dari pada dirumah. meski saya tahu suami saya tidak selingkuh tapi suami saya sering bergaul sama teman-temannya di tempat karaoke, kalau udah begitu dia bisa pulang pagi. kalau diingatkan selalu marah dan menganggap saya suka mengekang dan mengatur hidupnya.
bagaimana seharusnya sikap saya?
mohon pencerahannya
terima kasih
Bergaul di tempat karaoke
Bergaul di tempat karaoke sampai pagi tentunya bukan suatu perbuatan yang bagus. Meskipun tidak sampai selingkuh, namun tetap saja kehidupan malam itu cukup dekat dengan selingkuh, karena tempat karaoke kan biasanya berdekatan dengan hiburan malam lainnya, terutama yang ada perempuannya.
Tindakan yang dapat dilakukan:
- dari diri sendiri memperkuat ilmu agama yang fardhu 'ain, terutama perkara aqidah, syariat dan tasawuf.
- memahami kewajiban istri dalam keluarga
- Istri tentunya sulit menasehati suami, karena memang sebenarnya suami lah yang seharusnya menasehati istri. Anda bisa coba cara lain yaitu point berikut:
- meningkatkan layanan kepada suami, bisa dari segi hubungan suami istri, masakan, kebersihan rumah, wangi-wangian dan sebagainya. Orang-orang tempat hiburan sanggup melayani suami anda dengan imbalan uang, tentunya anda lebih berhak untuk melayani suami anda. Jika layanan di rumah lebih baik tentu suami tidak akan mau repot-repot pergi ke luar rumah.
- Ajaklah suami untuk belajar agama & dekat dengan Allah. Suatu keluarga sulit untuk tetap baik kalau hanya mengandalkan aspek lahiriah saja, seperti kecantikan istri, ketampanan suami, harta, jabatan dan sebagainya. Fisik suami/istri dapat menurun dengan bertambahnya usia, belum lagi kalau bosan.
Demikianlah , semoga keluarga anda dilimpahi kebaikan oleh Allah
Mohon saran
Assalamu Alaikum wr. wb.
Ustadz, sy hendak bertanya, tpi izinkan sy utk bercerita terlebih dahulu.
Saya seorang yatim piatu, yg kebetulan bekerja di Sumatera (sy berasal dari Sulawesi), & disinilah sy bertemu dngn suami sy (suami sy berasal dr Surabaya).
Saya menikah dengan suami saya sudh 6 bulan, & sekarang sy sedang hamil 5 bulan.
Ketika bru menikah, kira2 2 minggu, ada kejadian yg menyebabkan sy mengetahui bhwa suami saya sudh beristri dngn 1 orng anak, yg bru dilahirkan nya sebulan seblum kami menikah (sy sebut ini istri pertama).
2 bulan setelah menikah, suami sy minta ijin utk menikahi seorang wanita, yg sblum dgn sy sudh dilamarnya & mrka sudh tunangan (sy sudh tw ttg ini sblum sy menikah dngn suami sy). sy mengijinkan nya krna suami sy mengatakan hanya ingin bertanggung jawab terhadap apa yg sudh dilakukan nya kpada wanita tersebut & spya wanita tersebut tidak menanggung malu (sy sebut ini istri ketiga).
Selama menikah, sy tdk pernah dinafkahi suami sy secara lahir, malah sebaliknya sy yg menafkahi nya, mulai dr tmpat tnggal sy yg bayar kontrak rumah, makan & minum nya, pakaian nya, & biaya2 lain, & tdk se sen pun sy pernah menerima uang dr suami sy utk membiayai rumah tangga kami. tapi suami sy menafkahi kedua istri nya stiap bulan, & suami sy tdk pernah berbicara sedikitpun tentang nafkah utk sy.
Pertanyaan sy :
1. bagaimana hukum nya dalam islam jika suami tidak menafkahi istri nya secara lahir? harus kah sy menuntut? bagaimana cara menuntut nya ustadz?
2. saat ini suami sy sedng tdk bekerja, & sudh balik ke surabaya (dimana kedua istrinya ada disana, & suami sy tnggl dngn istri ketiga nya), sy mengirimi nya uang utk biaya hidup nya, apakah ini bisa digolongkan sebagai sedekah ustadz? apakah pahala balasan nya sama dengan bersedekah kpda fakir miskin?
3. kedua istri saling mengenal, awal nya karena suami sy tdk memberi tahu kpda istri pertama nya bhwa dia akan menikah lg, & akhirnya tau dr kenalan nya. kedua istri tersebut tdk mengetahui bhwa suami mrka sudh menikah lgi. sy minta suami sy utk jujur kpda mrka tentang sy, tpi suami sy hanya berkata ada waktu nya dia akan memberitahu kpda semua nya, dia juga berkata, entah benar ato tdk, bhwa klo kedua istri tersebut meminta nya utk memilih diantara kami bertiga, maka yg akan dia pilih adalah sy. Apa yg hrus sy lakukan ustadz? harus kah sy memperkenalkan diri kpda kedua istri tersebut? sy merasa suami sy berusaha menyembunyikan keberadaan sy, sy hrus bgmna ustadz? bagaimana hukum nya dalam islam kondisi sy ini? (suami sy meminta sy utk tdk bertindak apapun, harus kh sy mematuhi nya? smntra skit hati sy sudh tdk dpt dikatakan lagi ustadz)?
Sy mohon penjelasan & saran nya ustadz.
Sebelum & sesudah nya, trma kasih bnyk.
Wassalam.
masalah poligami
Saya sarankan ibu berkonsultasi lebih lanjut dengan KTS (Klub Istri Taat Suami), dapat dihubungi di http://klub-taat-suami.com/node/19 atau melalui email ke Siti Fauzah
Di KTS ini ibu-ibunya banyak yang sudah berpoligami, jadi saya mereka dapat berbagi perasaan dengan ibu.
Apa yg harus saya lakukan?
2 hari lg pernikahan kami tepat 3 tahun,dan kami blm juga mempunyai anak.Dari awal pernikahan saya adalah seorang pegawai swasta,dan suami tidak pernah memberi uang belanja bulanan,jadi saya membiayai hidup,seperti makan dan ongkos dr gaji sendiri.saya juga harus membayar uang kontrakan,sedang kan gaji suami ditabung,yg pada akhirnya dia sebut tabungan dia.
Saya pernah membuat kesalahan dengan meminjamkan uang tabungan kepada sodara saya tanpa sepengetahuan suami saya,karena suami saya orang yg sangat pelit,saya sudah meminta maaf dan hutang tersebut dicicil oleh sodara saya.Sejak 2 bulan lalu saya sudah berhenti bekerja,karena ingin istirahat dan berharap hamil,dan sejak saya berhenti bekerja suami mulai melakukan hal2 aneh.Chatting dan menggoda perempuan di facebook,atau telfon2an dengan perempuan2 itu.Jika saya bilang saya tidak suka dia begitu maka jawabannya adalah bahwa perempuan2 itu jauh dan tidak mungkin bertemu,tp tetap saja saya cemburu.Sekarang makin menjadi2,tiap saya ingatkan maka dia akan membentak sya dan besoknya akan mengirimkan sms kepaa saya bahwa dia jenuh hidup dengan saya,atau terkadang memaki2 dan menghina keluarga saya atau mengusir saya,setelah itu dia akan baik lg pada saya,seperti itu berulang2,saya masih sabar, tapi saya rasa kesabaran saya sudah mulai tipis.sebagai manusia saya tidak mau terus dihina dan disakiti serta tidak dihormati.Apa yg harus saya lakukan dengan pernikahan saya.Mohon bantuan dan saran pak uztad.
Terimakasih sebelumnya
Suami yang marah-marah ke istri
1. Bagi seorang suami, bercakap-cakap dengan perempuan selain istri atau mahramnya adalah perbuatan mendekati zina, yang sudah termasuk suatu dosa. Perlu dicari jalan supaya suami mau memperdalam ilmu agama dan menerapkannya dalam kehidupan.
2. Istri perlu banyak-banyak mendoakan suami agar diberi petunjuk untuk menempuh jalan yang benar.
3. Ketika suami sedang 'baik', hendaknya dia dilayani dengan sebaik-baiknya semaksimal mungkin. Ada kemungkinan sebenarnya suami ada kekecewaan dengan layanan dari pihak istri walaupun tidak dibicarakan secara terbuka.
Kewajiban seorang istri sebenarnya sederhana: melaksanakan semua amalan fardhu 'ain dan taat pada suaminya (http://kawansejati.org/content/hadis-tentang-ketaatan-istri).
'Layanan semaksimal mungkin' ini meliputi segala bidang: makan, minum, seks, dan apa saja perkara yang tidak haram yang diminta oleh suami. Jika anda ingin berdiskusi lebih intensif, dapat menghubungi Klub Taat Suami (KTS) http://klub-taat-suami.com/node/19 . Akan lebih baik jika dapat bertemu langsung dengan perwakilan KTS tersebut, maklumlah banyak hal yang tidak dapat dituliskan dengan kata-kata yang singkat ini.
assalaamualaikum wr.wb.
assalaamualaikum wr.wb. Pak Ustadz
saya mau tanya dan mohon penjelasannya,.saya sudah menikah hampir 21 tahun dikarunia seorang anak perempuan,dulu saya bekerja dikantor swasta namun sudah bangkrut dan sudah beberapa tahun ini saya tidak menafkahi istri lahir bathin, dikarenakan saya tidak pnya penghasilan yang tetap.
Dan sekarang istri saya, membayarkan untuk ongkos naik haji bagaimana hukumnya untuk suami yang dibayarkan ongkos naik hajinya oleh istrinya.
mohon penjelasannya
terima kasih
Wa alaikum salam. Seorang
Wa alaikum salam.
Seorang istri tidak wajib membiayai hidup suaminya, namun istri boleh saja memberikan untuk suaminya. Jadi seorang suami boleh saja dibayarkan ongkos naik hajinya oleh istrinya. Insya Allah harta istri yang dibelanjakan untuk ibadah suaminya akan bernilai banyak di sisi Allah.
Assalamualaikum Ustad saya
Assalamualaikum Ustad
saya baru menikah dengan istri saya sekitar 6 bulalan. rasanya saya biasa-biasa saja tidak ada keistimewaan. kami pacaran ± 4 th lamanya. 3 tahun pertama kami saling mencintai, tapi pas tahun ke 4 kami pacaran, kami mulai banyak bertengkar. tapi kami sudah komit untuk terus meneruskan hubungan ini. sampai kami menikah.
setelah menikan, kami dalam bergaul dirasa kurang dan saya juga terkasang malas. tapi saya sangant sayang istri saya dan diapun begitu. intinya pernikahan kami ini terasa hambar... tanpa ada sebab yang pasti.. kami salaing jujur mengatakan kalau hubungan kami ini terasa hambar tidak ada gairah, acuh tak acuh. biacara pun seperlunya. sebenernya apa yang sedang terjadi. seharusnya masa-masa pengantin baru harusnya romantis. tapi ini tidak. ANEH...
terimikasih
wasalam
Wa alaikum salam.Memang
Wa alaikum salam.
Memang demikianlah kalau sebelum nikah bercinta-cintaan, nikmatnya sudah habis sewaktu menikah.
http://www.kawansejati.org/buah-fikiran-1-id/id-04-sajak5-akibat-bercint...
Saran saya banyak-banyaklah bertaubat, moga-moga Allah berikan kenikmatan suami-istri kepada keluarga anda.
gaji suami
ustad,saat pertama menikah suami saya menyerahkan seluruh gajiny untuk saya atur dan dibagi keperluan cicil rumah, makan, disamping itu saya juga bekerja, namun 1 tahun menikah suami saya mulai tidak jujur kepada saya, bahkan saat dia menerima gaji tidak berbicara dan saya tw ketika cek ke rek. suami via Ibanking. Ustadz saya mw bertanya,
1. seperlu apa seorang istri mengetahui gj suami? apa istri yang mengatur keuangan suami atw terima sedikasihnya uang oleh suami?
2. apa suami berhak menutupi gjnya sendiri dikarenakan istri mempunyai gj juga?
3. kewajiban seorang suami terhadap istri sampe batas apa saja ustadz, mohon penjelasannya.
Terima kasih
1.a. Dalam masyarakat
1.a. Dalam masyarakat Indonesia terutama di pulau Jawa, memang sudah menjadi kebiasaan gaji suami diserahkan kepada istri dan diatur oleh istri. Namun demikian, menurut syariat Islam, semua perkara dalam keluarga adalah wewenang suami, termasuk masalah keuangan. Seorang istri tidak perlu mengetahui gaji suami. Terserah pada suami mau memberitahu keuangan kepada istri atau tidak.
1.b. Pada dasarnya keuangan keluarga itu urusan suami, namun jika suami mendelegasikan keuangan kepada istri, barulah hal tersebut menjadi tanggung jawab istri.
2. Pendapatan suami adalah hak suami untuk menggunakannya untuk keperluan keluarga (suami, istri dan anak dan orang-orang lain yang menjadi tanggungan suami). Pendapatan istri adalah hak istri, dan tidak wajib dipakai untuk keperluan keluarga.
3. Kewajiban suami banyak, seperti yang diuraikan di artikel di atas. Yang paling besar, suami mesti menjaga agar istri dan anaknya semua mengamalkan ajaran Islam sehingga terbebas dari api neraka. Suami mesti menggunakan segala daya upaya (termasuk uang) untuk mencapai hal ini, misal mengajar agama ke anak istri, atau membiayai guru kalau dia sendiri tidak sanggup.
Dari sisi lahiriah, suami juga mesti mencukupi sandang pangan dan papan untuk anak istrinya. Kalau uangnya ada, sebaiknya sandang pangan dan papan ini yang sepantasnya, kalaupun pas-pasan hendaknya diusahakan agar perkara fardhu 'ain semuanya dapat dilaksanakan dengan baik. Perkara-perkara dunia yang tidak terkait dengan fardhu ain jika tidak ada tidak perlu dipersoalkan.
saya minta saranya... Untuk
saya minta saranya...
Untuk rt saya...
Saya sdh menikah slma 4thn,
d karunia 1anak brumur 3thn.
Slama itulah suami sya tdk pernah bekerja.mertua saya yang memberi biyaya tiap bulan nya.apa itu wajib? setiap terjadi cek cok,saya selalu di pukul sampai memar atau berdarah.alasanya adalah ngasih pelajaran biar sya tdk berbuat ksalahan.apa itu wajar? .orang tua saya di bentak,dan sya memintanya untuk minta maaf tp dia tdk menerima.apa sya hrus trus bertahan..atau pergi kerja ke luar kota meninggalkan suami dgn harapan.dia bs berubh? Trimakash sblumnya.
Dear sis desi, saya kurang
Dear sis desi,
saya kurang tau hukumya jika orang tua suami anda memberikan biaya setiap bulan kepad anda itu hukumnya apa, tetapi yang wajib hukumnya adlah suami anda yang harus menafkahi anda lahir dan bathin, sandang, pangan dan papan serta kasih sayang dan ilmu agama.
menurut saya penyiksaan yang dilkukan suami anda kepada anda itu tidak wjar dilakukan oleh seorang suami, bukankah sudah jelas hadistnya, bhwa di dalm islam suami dianjurkan untuk menggauli istrinya dengan sebaik2nya. kecuali jika istri memang sudah melenceng dari jalan Allah SWT.
suami membentak keluarga anda itu juga tidk sewajarnya dilakukan meskipun yang lebih berhak atas anda adalah suami anda dn anda harus patuh padanya, memang seharusnya suami anda meminta maaf kepada orng tua anda karena orang tua anda itu berarti adalah orag tua suami anda juga.
jika anda tidak dinafkahi suami anda daan anda tidak ridho atas apa yang dilakuka suami anda tersebut anda boleh meninggalkannya bahkan anda boleh menggugat cerai suami anda. lihat buku nikah, ada SIGHAT TAKLIK, di situ dibahas semuanya.
tetapi jika anda masih ridho dan sabar dengan perilaku suami anda maka anda tetap boleh bertahan dan ini pahalanya besar sis. semoga membantu, untuk meyakinkan silahkan berkonsultasi kepada para ulama yang ahli ilmu agama dan berdoa kepda Allah SWT. wassalam
saya minta saranya... Untuk
saya minta saranya...
Untuk rt saya...
Saya sdh menikah slma 4thn,
d karunia 1anak brumur 3thn.
Slama itulah suami sya tdk pernah bekerja.mertua saya yang memberi biyaya tiap bulan nya.apa itu wajib? setiap terjadi cek cok,saya selalu di pukul sampai memar atau berdarah.alasanya adalah ngasih pelajaran biar sya tdk berbuat ksalahan.apa itu wajar? .orang tua saya di bentak,dan sya memintanya untuk minta maaf tp dia tdk menerima.apa sya hrus trus bertahan..atau pergi kerja ke luar kota meninggalkan suami dgn harapan.dia bs berubh? Trimakash sblumnya.
1. kerja pada zaman skrg ini
1. kerja
pada zaman skrg ini sulit mencari kerja, jadi mbak harus tabah dan sabar... jangan terlalu menekan suami..nanti suaminya stress
2. Pukul
memukul istri adalah berdosa.,.
kalau saran saya,..coba mbak mengalah selama sebulan sehingga suasana dingin dan adem.
setelah itu, ajak suami untuk mempelajari ilmu agama atau ikut pengajian. insha Allah suaminya akan menjadi lebih baik.
saya minta saranya... Untuk
saya minta saranya...
Untuk rt saya...
Saya sdh menikah slma 4thn,
d karunia 1anak brumur 3thn.
Slama itulah suami sya tdk pernah bekerja.mertua saya yang memberi biyaya tiap bulan nya.apa itu wajib? setiap terjadi cek cok,saya selalu di pukul sampai memar atau berdarah.alasanya adalah ngasih pelajaran biar sya tdk berbuat ksalahan.apa itu wajar? .orang tua saya di bentak,dan sya memintanya untuk minta maaf tp dia tdk menerima.apa sya hrus trus bertahan..atau pergi kerja ke luar kota meninggalkan suami dgn harapan.dia bs berubh? Trimakash sblumnya.
kewajiban suami terhadap istri
hendaklah para suami selalu intropeksi diri dalam mendidik istrinya
buku islam
Tanya
Assalamualaykum wa rohmatullohi wa barokahtuh
Tanya uztad ya?...
Kalau ibu and istri uztad tenggelam siapa yg uztad tolong duluan?....
Sukron sebelumnya atas jawabannya...
NB:
Afwan harap tidak menjawab dua duanya (karena tidak mencerminkan seorang penjawab yg berilmu dan bijak)... harus dipilih satu satu siapa yang duluan... serta harap tunjukkan rujukan dalil dan ilmunya..
Ibu
Ibu
mohon dijawab
bagaimana seharusnya memperlakukan suami yang kurang perhatian dan tidak perduli sama istri
Kewajiban istri terhadap
Kewajiban istri terhadap suaminya tetap berlaku walaupun suami kurang perhatian terhadap istrinya.
Post new comment