warning: Creating default object from empty value in /usr/home/www.kawansejati.org/html/program/lib.php on line 582.

Bab 2.13 Istri Yang Dianggap Durhaka Kepada Suami




213 Istri Yang Dianggap Durhaka Kepada Suami


  1. Apabila dipanggil oleh suaminya ia tidak datang. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
    "Apabila suami memanggil isterinya ke tempat tidur ia tidak datang nescaya malaikat melaknat isteri itu sampai Subuh." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
  2. Membantah suruhan atau perintah suami. Sabda Rasulullah SAW:
    'Siapa saja yang tidak berbakti kepada suaminya maka ia mendapat laknat dan Allah dan malaikat serta semua manusia."
  3. Bermuka masam terhadap suami. Sabda Rasulullah SAW:
    "Siapa saja perempuan yang bermuka masam di hadapan suaminya berarti ia dalam kemurkaan Allah sampai ia senyum kepada suaminya atau ia meminta keredhaannya."
  4. Jahat lidah atau mulut pada suami. Sabda Rasulullah SAW:
    "Dan ada empat golongan wanita yang akan dimasukkan ke dalam Neraka (diantaranya) ialah wanita yang kotor atau jahat lidahnya terhadap suaminya."
  5. Membebankan suami dengan permintaan yang diluar kemampuannya.
  6. Keluar rumah tanpa izin suaminya. Sabda Rasulullah SAW:
    "Siapa saja perempuan yang keluar rumahnya tanpa ijin suaminya dia akan dilaknat oleh Allah sampai dia kembali kepada suaminya atau suaminya redha terhadapnya."
    (Riwayat Al Khatib)
  7. Berhias ketika suaminya tidak disampingnya. Maksud firman Allah
    "Janganlah mereka (perempuan-perempuan) menampakkan perhiasannya melainkan untuk suaminya." (An Nur 31)
  8. Menghina pengorbanan suaminya. Maksud Hadis Rasulullah SAW
    "Allah tidak akan memandang (benci) siapa saja perempuan yang tidak berterima kasih di atas pengorbanan suaminya sedangkan dia masih memerlukan suaminya."
  9. Mengijinkan masuk orang yang tidak diijinkan suaminya ke rumah
    maksud Hadis:
    "Jangan ijinkan masuk ke rumahnya melainkan yang diijinkan suaminya." (Riwayat Tarmizi)
  10. Tidak mau menerima petunjuk/arahan suaminya.
    Maksud Hadis:
    "Isteri yang durhaka hukumnya berdosa dan dapat gugur nafkahnya ketika itu. Jika ia tidak segera bertaubat dan meminta ampun dari suaminya, Nerakalah tempatnya di Akhirat kelak. Apa yang isteri buat untuk suami adalah semata-mata untuk mendapat keredhaan Allah SWT"

Artikel ini adalah bagian dari buku Panduan Wanita Solehah yang berisi panduan-panduan untuk wanita soleh dari Abuya Syeikh Ashaari bin Muhammad At Tamimi

apa saja contoh2 nusyuz

apa saja contoh2 nusyuz isteri selain berkata kasar & menolak permintaan suami?
apakah pergi ke rumah orangtua tanpa izin suami termasuk?

Istri pergi tanpa seizin

Istri pergi tanpa seizin suami & kepergian itu bukan sesuatu yang darurat secara syariat, maka itu sudah termasuk nusyuz/durhaka.

tanggungjawab isteri nusyuz

siapa yg bertanggungjawab jika isteri nusyuz pd suami, suaminya atau orangtuanya?

Kewajiban mendidik istri ada

Kewajiban mendidik istri ada pada suaminya, bukan kepada orangtuanya.

Istri Solehah

Istriku aku merasa memiliki wanita terbaik untuku ketika disaat aku terjatuh ia tetap sabar dan setia menemaniku

Istri susah diatur

Assalamualaikum, pak Ustad
Bagaimana bila istri tidak mengikuti arahan suami, bersikap kasar, suka memerintah, dan kurang pintar terhadap orang tua (ibu) suami, susah untuk diatur/diarahkan. Lalu setelah mengetahui kelakukan istri saya, orang tua (ibu) tidak menghendaki(merestui) dia menjadi istri saya. Dan saya pun juga kecewa atas sikapnya. Apakah boleh saya sebagai suami mengajukan talak (cerai) terhadap istri saya? Dan kalau istri tidak mau dicerai bagaimana ya pak ustad? Kadang saya juga sudah tidak betah menghadapi sikapnya. Walaikum salam. Trimakasih

Istri yang susah diatur

Wa alaikum salam,

Untuk istri yang durhaka/nusyuz, ada panduannya ringkasnya dalam Al Qur'an, surat An-Nisaa’: 34: "... Wanita-wanita yang kamu khawatirkan berbuat nusyuz, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya". http://www.kawansejati.org/alquran-digital/s004a034.htm

Seorang istri dapat taat pada suami hanyalah jika sudah dididik dengan baik, dikenalkan dengan Allah dan syariatnya. Suaminya juga mesti lebih dahulu menjadi contoh bagi istrinya, dengan taat 100% kepada segala perintah Allah. Jika suami tidak dekat dengan Allah, dan kemudian tidak dapat mendidik istrinya, maka susah istri dapat taat dengan suami.

Perceraian adalah suatu hal yang boleh dilakukan oleh suami, namun perceraian ini sangat tidak disukai Allah. Jadi coba dulu dikaji apakah masalah pada istri sedemikian beratnya. Jika istri sudah sampai melanggar perkara aqidah atau syariat pokok, memang perlu diingatkan dengan tegas. Misalkan tidak mau menutup aurat, tidak shalat, dan sebagainya.

Suami Tidak memenuhi kewajibannya dan malah mencari wanita lain

Saya menikah dengan suami saya sudah setahun dan rumah tangga kami penuh dengan kepalsuan. Dia sering tidak jujur dengan saya dan saya merasa selalu ada yg disembunyikan dari saya. Penghasilan saya lebih besar dari suami. Tapi saat suami diminta tolong meringankan beban saya dalam membayara tagihan2, dia malah menolak dengan alasan tagihan tersebut timbul karena sayalah yg menginginkan membeli barang itu. Membayar listrik dan air pun saya yg menanggung. Sampai2 pakaian yg selama ini dipakainya juga saya yg membayar. Bahkan makan kami sehari-hari. Setiap selesai gajian, saya mengecek di dompet maupun celananya dan tidak ada uang yang tersisa. Dia tidak jujur pada saya, dikemanakan uangnya itu. Orang tua saya melarang saya meneruskan pernikahan kami karena saya di pihak yg selalu tertekan dan menanggung semua kebutuhan keluarga meskipun suami sudah berpenghasilan. Akhirnya kami pisah rumah selama 2 bulan sampai sekarang masih berlanjut. Saya tidak pernah lagi berkomunikasi dengannya. Dan baru2 ini saya mendengar kabar yang menyesakkan dada. Sekarang ini saya sedang hamil 8 bulan dan ternyata dia malah membeli mobil dan selingkuh dengan wanita lain yang tidak memakai jilbab, sesuai dengan keinginannya. Apakah perbuatannya itu karena kesalahan saya atau memang suami saya tidak mau memberi nafkah pada saya dan lebih memilih menghabiskannya untuk membeli mobil serta memberikannya pada wanita lain?

Istri tidak wajib menafkahi

Istri tidak wajib menafkahi suaminya. Jika seorang istri memberi harga kepada suaminya, hendaknya diikhlaskan saja supaya amalan tersebut dihitung Allah sebagai ibadah.

Pada tulisan ibu, belum jelas juga apakah
- dari pihak suami sudah menunaikan semua kewajibannya?
- dari pihak istri sudah menunaikan semua kewajibannya?

Kewajiban di sini maksudnya adalah kewajiban kepada Allah dan juga kewajiban kepada pasangannya. Bagi pihak istri perlu introspeksi dulu, apakah sudah melaksanakan perkara-perkara fardhu ain, sudah menutup aurat dengan baik, sudah melayani suami dengan baik, sudah taat semua permintaan suami.

Dalam bawah sadarnya suami dapat merasa tertekan kalau istri memiliki kelebihan dari suami, ada perasaan rendah. Istri pula dapat mempunyai perasaan lebih hebat dari suami kalau gajinya lebih tinggi. Akibatnya suami tidak merasa dirinya menjadi 'raja' di rumahnya.

Orang yang dihormati

Apa yang sudah ibu keluarkan untuk suami ibu (baju, tagihan listrik air, dll) niatkan sebagai sedekah. Insya Allah pahala besar buat ibu. Dan bukankah Allah sudah berjanji bila seorang bersedekah akan dibalas minimal 10kali lipat? Tapi syaratnya jangan ungkit2 lagi apa yg sudah ibu keluarkan.

Yah, walaupun sebenarnya semua itu tanggung jawab suami, apa salahnya istri bersedekah? :)

Mengenai suami yg ibu nilai curang, apakah sudah di doakan? Sudahkah ibu bermunajat di malam2 yg orang2 sedang terlelap tidur memohon pada Allah agar suami senantiasa dipimpin oleh Allah? Menjadi suami sholeh, yang bertanggungjawab pada keluarganya?

Dan ketika menilai suami sebagai suami yg tidak bertanggungjawab dan malah mengeluarkan duit buat wanita lain, apakah diri ibu sendiri sudah menilai bagaimana ibu sebagai istri selama ini?
Adakah tiada kesalahan sama sekali yg ibu buat? (Menurut standar Allah dan Rasul). Coba cek 10 poin di artikel diatas. Adakah kedurhakaan yg ibu pernah buat? Adakah ibu tidak pernah bermuka masam kepada suami? Adakah ibu senantiasa mengiyakan bila suami ajak?

Bila sampai suami mencari hiburan (wanita lain) agaknya pernah ada masalah yg berkaitan dengan sabda Rasul ini:

"Apabila suami memanggil isterinya ke tempat
tidur ia tidak datang nescaya malaikat melaknat
isteri itu sampai Subuh." (Riwayat Bukhari dan
Muslim)

Imam Thabrani menceritakan bahwa seorang
isteri tidak dianggap menjalankan kewajibannya
terhadap Allah hingga ia menjalankan
kewajibannya terhadap suaminya, dan
seandainya suami memintanya (untuk digauli)
sedang ia (isteri) di atas belakang unta maka
tidak boleh dia menolaknya.

Saran saya:

1. berinisiatiflah untuk menghubungi suami dan minta maaf minta redha. Terlebih lagi ibu mau melahirkan. Terlebih lagi bila memang dari 10 point kedurhakaan yg diuraikan di artikel ini ibu pernah lakukan. Mungkin suami ada andil salah, itu urusan suami dengan Allah. Yg penting buat ibu, bila ada kesalahan minta maaf.

2. Usia pernikahan baru 1 tahun, masih perlu banyak belajar dan bertenggangrasa.

3. Carilah orang yg ada ilmu agama dan yg mengamalkan ilmu agamanya itu. Orang yg mampu menyuluh dan membimbing kehidupan kita. Sehingga bila menghadapi masalah2 kehidupan akan ada tempat merujuk dan mencari solusi. Sebaik2nya adalah yg bertaraf guru mursyid, guru yg mampu membimbing ruhaniah manusia.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer