Antara Komunis Dan Kapitalis

Antara Komunis Dan Kapitalis

Kata komunis sendiri berasal dari komune, artinya (CMIIW) kumpulan, kelompok, jemaah. Mereka memimpikan membentuk suatu kehidupan masyarakat yang diusahakan bersama, duduk sama tinggi, berdiri sama rendah. sama rata , sama rasa, saling tolong menolong. Mungkin bentuk nyatanya mirip kehidupan nagari di Sumatera Barat.

Keinginan pada kehidupan yang seperti itu ialah fitrah manusia. Semua nabi-nabi dan pengikutnya hidup dengan cara seperti itu. Untuk hal-hal ibadah yang sifatnya personal (kalau dalam islam, misalnya ialah Rukun Islam, ), itu bisa dikerjakan seorang diri, tetapi mengusahakan hal-hal seperti Ekonomi, Pendidikan utk anak2, pertanian dll, tentu mesti diusahakan bersama. Ngga bisa sendiri. Bahkan kalau anda pernah ke gurun Negev di Israel, sampai hari ini masih ada golongan2 yahudi mengusahakan kehidupan berjemaah ini di kibbutz-kibbutz mereka (Hei… anda pikir marx ini dapat ide komunis darimana ?)

Tetapi sudah menjadi lumrahnya kehidupan manusia, manusia ini ada yang kaya dan ada yang miskin. Manusia yang kaya biasaya terkena penyakit serakah dan bakhil, kikir. Sementara manusia yang miskin biasanya terserang penyakit hasad dengki dan pendendam. Diatas masyarakat yang serakah dan kikir ini muncullah ajaran kapitalisme, ajaran yang memuja modal, dan menumpuk numpuk harta, dan kepada masyarakat yang pendengki dan pendendam ini, datang Karl Marx membawa ajaran komunisme, yang didasari oleh Historis Materialisme.

Apa itu materialisme ? Haji Omar Said Tjokroaminoto mengatakan dengan satu kalimat yang mudah diingat dan cantik bunyinya: uit de stof, door de stof, tot de stof zijn alle dingen. “Segala sesoeatoe itoe asalnja dari benda, oleh benda dan kombali kepada benda.”

Ajaran ini jelas bertentangan berdepan depan dengan Tauhid di dalam Islam, dimana Haji Omar Said Tjokroaminoto berkata “uit God, door God, tot God zijn alle dingen” – “Segala sesoeatoe itu asalnja dari Allah, oleh Allah dan kombali kepada Allah.”

Dapatkah anda bayangkan, orang yang hatinya sudah berpenyakit dengki, dibawakan suatu ajaran yang menafikan keberadaan dan peranan Tuhan? Lalu siapakah yang akan mengobati sakit hatinya itu ? Yang ada akhirnya hanyalah keniscayaan bahwa pertentangan kelas pasti terjadi. Dan jika sudah ada pertentangan, perebutan hak, lalu bukankah kedamaian tinggal mimpi ?

Selama dunia ini masih berputar, yang kaya dan yang miskin akan selalu ada. kedua golongan ini sama sama diperlukan keberadaannya. Dunia akan damai kalau yang kaya ini pemurah dengan kekayaannya, dan miskin ini redha dengan kemiskinannya, Sehingga terjadilah tolong menolong dan saling membantu. Dan untuk terjadinya hal ini, yang pertama kali mesti diberantas ialah kemiskinan iman, dan kemiskinan ilmu. Kalau ilmu cukup dan iman cukup, miskin harta tidaklah terlalu menjadi masalah.

Bahkan didalam islam, orang kaya yang tidak memberi makan kepada orang miskin dan tidak menyantuni anak yatim, disebut sebagai Pendusta Agama. Mungkin ini lah, dan juga ketidaktahuan terhadap asas komunisme/materialismelah yang membuat sebagian orang Haji di tahun 1926 malah ikut pemberontakan komunis…

-=adnan=-
https://twitter.com/adnan_itb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *