Umur umat Islam dari sisi pandang pemerintahan Islam

Menurut PBB, penduduk bumi sudah mencapai 7 milyar. Jumlah ini dianggap terlalu banyak, sampai ada orang yang sibuk menganjurkan orang supaya tidak punya anak lagi.

Namun demikian, sebenarnya ada isu lain yang lebih penting bagi umat Islam, yaitu isu "umur umat Islam 1500 tahun", dihitung sejak tahun 622M. Periode 1500 tahun dalam kalender Hijriah kurang lebih sama dengan 1450 tahun dalam kalender Masehi. Jadi kalau ini benar, umat Islam akan ada di muka bumi sampai dengan tahun 622+1450 = 2072M. Hmm, berapa ya penduduk bumi di tahun 2072? Hadis-hadis yang dipakai dan perhitungan yang menghasilkan angka 1500 tahun dapat dibaca di [sini] atau di [sini]. Pada tulisan ini saya ingin meninjau umur umat Islam dari sisi lain, yaitu dari fase pemerintahan Islam di muka bumi.

Dalam Islam, adanya pemerintahan sesuai syariat adalah kewajiban yang sifatnya fardhu kifayah. Pada saat ini di muka bumi sudah lama tidak ada pemerintahan Islam sejak tahun 1924, sehingga orang awam kalau ditanya tentang pemerintah Islam kebanyakan tidak paham. Kekosongan pemerintahan Islam di muka bumi sudah dikabarkan oleh Nabi akhir zaman dalam hadis tentang fase-fase pemerintahan Islam di muka bumi sebagai berikut:

Artinya: “Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah Zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan seperti zaman kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya. Lalu berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (Zaman Fitnah). Berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian berlakulah zaman penindasan dan penzaliman (Zaman Diktator) dan berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlaku pula Zaman Kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s.) yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.” (Riwayat Ahmad)

Berdasarkan hadis di atas, dan hadis-hadis lain serta fakta-fakta sejarah, urutan adanya pemerintahan Islam dapat dituliskan sebagai berikut:

fase pemerintahan islam

Jika kita anggap, misalkan Imam Mahdi memerintah mulai pada tahun 2012, maka beliau akan memerintah sampai dengan tahun 2042/2052. Setelah itu akan dilanjutkan oleh pemerintahan Nabi Isa dan Al Qahtani, yang tidak disebutkan berapa lama. Setelah itu seluruh umat Islam akan dimatikan secara serentak di muka bumi yang berarti adalah akhir umur umat Islam. Setelah itu di muka bumi hanya akan ada orang bukan Islam, dan dunia tinggal menunggu datangnya kiamat. Jika dibandingkan dengan tahun 2072 sebagai akhir umur umat Islam, nampaknya masih berdekatan dengan kajian hadis tentang Imam Mahdi.

Kesimpulan

Jika Imam Mahdi muncul dalam waktu dekat ini, maka kajian tentang umur umat Islam 1500 tahun akan sesuai dengan hadis-hadis tentang fase pemerintahan Islam. Masalahnya sekarang tinggal: kapan Imam Mahdi muncul ?

Referensi

AttachmentSize
fase-pemerintahan-islam.png12.76 KB

Krtikan..

Kajian tentang peradaban umat Islam adalah suatu keniscayaan. Namun kemudian mempertanyakan kemunculan Imam Mahdi adalah upaya untuk menghabiskan energi kita umat Islam sendiri. Terlepas umat lain fokus tentang hal tersebut. Sebenarnya bicara tentang kita (umat Islam) adalah membahas tentang diri kita sendiri. Jika ya demikian, maka pertanyaannya adalah: awalnya kita berasalah darimana? untuk apa kita ada? dan kemana kita pada akhirnyanya?

demikian juga berbicara kiamat yakni kapan kiamat, apa tanda -tanda kiamat. Yang jelas, Allah telah memperingatkan hambanya manusia untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi. Artinya, jika kita mau cepat -cepat kiamat--maka buatkan saja beribu hulu ledak nuklir, bom atom, perkuat prilaku konsumeris, kapitalis, illegal loging, dan pekerjaan yang merusak lainnya. Dan jika kita mengharapkan dunia ini panjanh usianya yakni sampai jutaan generasi kedepan--maka kelolah bumi ini dengan bijak dan arif.

Al -Furqan, Aceh, Indonesia.

Post new comment

Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer